PTKA Rencanakan KA Uap Jalur Bandung-Cianjur
Rabu, 22 Februari 2012 | 16:27
KA Wisata di Ambarawa BANDUNG - PT Kareta Api (PTKA) Indonesia akan mengoperasikan KA klasik berlokomotif uap dalam rangka mendukung jalur wisata heritage Bandung - Cianjur.
"Jalur Bandung - Cianjur merupakan jalur heritage, punya beberapa bangunan bersejarah termasuk terowongan KA pertama di Indonesia yakni terowongan Lampegan 626 meter. Jalur itu akan diusulkan menggunakan KA berlokomotif uap," kata Vice President Bangunan dan Unit Pelestarian Benda Bersejarah PTKA Bidjak Filsadjati di Bandung, Rabu.
Menurut Bidjak, pengembangan jalur wisata heritage itu dilakukan dengan bekerjasama bersama Erasmus Huis atau Pusat Kebudayaan Belanda.
Jalur Bandung - Cianjur - Lampegan memiliki ruas sepanjang 81 kilometer dan merupakan salah satu jalur KA tertua di Indonesia. Namun sejak 2001, jalur itu terputus karena bagian terowongan Lampegan ambruk karena gempa bumi.
Menurut Bidjak, pengembangan jalur wisata itu merupakan salah satu proyek percontohan di wilayah Daop II Bandung. Rencananya jalur yang saat ini dilayani oleh KA lokal itu akan menjadi daya tarik wisatawan seperti halnya jalur bersejarah di Ambarawa.
"KA Lokomotif itu akan dioperasikan, mungkin satu atau dua gerbong. Lokomotif uap masih banyak yang bisa diperbaiki dan untuk kembali dioperasikan," katanya.
Jalur Bandung - Cianjur - Lampegan menarik minat Kedutaan Besar Belanda dan Pusat Kebudayaan Belanda. Bahkan perwakilan Negeri Kincir Angin itu melakukan mapping ke jalur Cianjur - Bandung.
Dua pemuka Pusat Kebudayaan Belanda Bob Wadhana dan Dorine Wytema melakukan lori bersama jajaran direksi PTKA ke jalur itu. Rencananya hasil pemetaan tersebut akan dibukukan dalam bentuk katalog yang akan dipamerkan oleh Pusat Kebudayaan Belanda.
Sementara itu Kepala Humas PTKA Daop II Bandung, Bambang Setya Prayitno menyatakan rencana pembukaan jalur KA berlokomotif uap itu bisa dilakukan. Di PTKA Daop II terdapat beberapa kereta klasik yang bisa dipelihara dan digunakan untuk jalur itu.
"Lokomotifnya ada, bisa diperbaiki dan dioperasikan di jalur itu. Yah seperti KA wisata di Ambarawa dan di Padang," kata Bambang.
Dukungan mengoperasikan KA wisata berlokomotif uap didukung oleh Direktur KA Wisata, Adi Suryatmini yang menyebutkan PTKA akan memaksimalkan potensi-potensi wisata yang ada, termasuk memaksimalkan benda-benda bersejarah seperti stasiun, terowongan serta fasilitas lainnya di jalur KA.
"Pengembangan pariwisata di jalur KA akan dioptimalkan, salah satunya bersinergi dengan pengembangan wisata di jalur KA," kata Adi Suryatmini menambahkan. (tk/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!