ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Jokowi akan Percepat Pembangunan MRT
Senin, 25 Juni 2012 | 2:42

JAKARTA- Calon gubernur dan wakil gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) menyatakan, jika dipercaya memimpin Jakarta pihaknya telah menyiapkan serangkaian program penanganan kemacetan di Ibukota.

"Pembangunan MRT harus dipercepat. Ini sudah lima tahun, MRT baru akan (dibangun). Serta proyek monorel yang sempat terhenti beberapa waktu akan dilanjutkan untuk diselesaikan," tutur Jokowi saat penyampaian visi dan misi di ruang sidang paripurna DPRD DKI, Minggu.

Pasangan yang dijagokan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Gerindra ini mengusung visi misi berjudul "Jakarta Baru, Kota yang Modern dan Tertata Rapi" pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012.

Dalam pidato penyampian visi dan misi, Jokowi mengunakaan slide show mengkritisi kinerja Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo.

Jokowi mencontohkan proyek Banjir Kanal Timur (BKT) yang mampu mengurangi banjir di Jakarta, dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan bukan oleh Pemprov DKI.

"Proyek KBT menggunakan alokasi dana APBN Kementerian Pekerjaan Umum, bukan APBD DKI. Namun, hasil kerjanya diklaim oleh Pemprov DKI," ujar Jokowi disambut gelak tawa dan tepuk tangan para pendukungnya.

Di samping mempercepat pembangunan MRT, Jokowi menegaskan, pihaknya juga akan menambah kapasitas umum Bus Transjakarta sebanyak 1.000 unit. Serta peremajaan metromini dan kopaja yang tidak memberatkan pengusaha angkutan umum.

"Kami juga mempersiapkan program Jabodetabek Transportation Authority. Untuk membenahi masalah kemacetan di Jakarta, juga harus membina hubungan dengan pemerintah pusat," ujar Jokowi seperti dikutip Antara.

Jokowi pun menyentil kepemimpinan Fauzi Bowo Yang hanya mampu menambah satu koridor baru busway selama lima tahun kepemimpinannya. "Padahal dari 2002-2007, sudah ada 10 koridor baru," cetusnya disambut tawa para hadirin.

Khusus pelayanan di bidang kesehatan dan pendidikan bagi warga miskin, Jokowi mengungkapkan, pihaknya akan memberlakukan dua kartu yakni Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar.

"Kartu Sehat Jakarta ini bisa digunakan di rumah sakit negeri dan swasta. Semuanya dengan nama, alamat, dan foto," tutur Jokowi.

Ia menambahkan, percuma anggaran besar digelontorkan apabila masyarakat masih susah mengakses pendidikan murah di Ibukota.Masih banyak anak yang tidak sekolah di SMP dan SMA, dan banyak yang tidak bisa mengambil ijazah.

"Di masa mendatang, dengan menunjukkan kartu tersebut, anak-anak miskin yang saat ini tidak bisa sekolah dapat menikmati pendidikan gratis," tambahnya. (*/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close