ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

DKI Fokus Normalisasi Sungai Atasi Banjir
Selasa, 15 Januari 2013 | 15:39

JAKARTA- Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan fokus melaksanakan program normalisasi dan pengerukan sungai sebagai langkah antisipasi banjir di ibukota.

"Kita harus konsentrasi melakukan normalisasi dan pengerukan sungai. Curah hujan saat ini sedang tinggi, debit air juga mulai naik. Pekerjaan itu (normalisasi dan pengerukan.red) harus dipercepat," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (15/1).

Menurut Jokowi, tahun ini Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran sebesar Rp450 miliar untuk melakukan normalisasi di beberapa sungai besar di ibu kota.

"Anggaran itu akan digunakan pembebasan lahan bagi normalisasi kali-kali besar di Jakarta, antara lain Kali Pesanggrahan, Kali Angke dan Kali Sunter," ujar Jokowi.

Selain normalisasi dan pengerukan sungai, sambung Jokowi, langkah pencegahan banjir juga akan dilakukan oleh Pemprov DKI melalui proyek pembangunan kanal banjir.

"Kanal banjir dapat mengurangi sebanyak 16 titik dari total 78 titik rawan banjir di Jakarta. Kemudian 62 titik sisanya akan terus kami tangani secara bertahap. Target kami adalah mengurangi delapan sampai 12 titik rawan banjir setiap tahun," kata Jokowi.

Selain melalui berbagai program dan proyek, Jokowi pun mengharapkan adanya partisipasi dari masyarakat untuk meningkatkan kesadaran diri berbudaya hidup bersih, sehingga terhindar dari bencana banjir.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tinggi muka air di Bendungan Katulampa mencapai 210 sentimeter pada pukul 07.30 WIB Selasa pagi (15/1) yang berarti debit Sungai Ciliwung Hulu sudah pada posisi siaga tertinggi atau Siaga Satu.

Batasan Siaga I adalah di atas 200 sentimeter.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close