
Harum Energy menargetkan volume penjualan batubara pada 2012 sebanyak 15 juta ton, dengan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) berkisar antara US$ 85-95 per ton. Tahun lalu, penjualan perseroan mencapai 10,4 juta ton.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan meningkatkan kepemilikan saham pada PT Jabal Nor sebesar 26% dari saat ini 33,5%. Dengan demikian, AKR bakal menguasai 59,5% saham perusahaan jasa infrastruktur pertambangan tersebut. Rabu, 16 Mei 2012 | 6:39
KISARAN HARGA IPO RP 425-510 PER SAHAM
Supra Boga Bidik Pendapatan Rp 1 T
PT Supra Boga Lestari Tbk, pengelola Ranch Market dan Farmers Market di Indonesia, menargetkan pendapatan sebesar Rp 1 triliun hingga akhir 2012. Pendapatan itu tumbuh 14% dibandingkan 2011 senilai Rp 878 miliar. Selasa, 15 Mei 2012 | 6:21
Lepas Saham Baru, Energi Bidik Rp 747 M
Dengan target dana tersebut, harga pelaksanaan saham baru Energi Mega sekitar Rp 185 per saham. Sementara itu, pada penutupan perdagangan pecan lalu, saham perseroan berkode ENRG ditutup stagnan pada harga Rp 182. Senin, 14 Mei 2012 | 10:08
Lippo Karawaci Terbitkan Obligasi Global US$ 150 Juta
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menerbitkan obligasi global (global bond) senilai US$ 150 juta di Hong Kong, Rabu (9/5). Imbal hasil (yield) obligasi bertenor tujuh tahun itu mencapai 7,125% dengan bunga 7%. Jumat, 11 Mei 2012 | 6:45
Medco akan Terbitkan Obligasi US$ 450 Juta
“Obligasi akan diterbitkan dalam beberapa tahap dengan menggunakan mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat (AS), renminbi, atau Sin$,” ujar Direktur Keuangan Medco Syamsurizal Munaf di Jakarta, Rabu (9/5). Kamis, 10 Mei 2012 | 6:50
Telkom Bidik Pacnet US$ 1 Miliar
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menjajaki akuisisi Pacnet Ltd, operator kabel bawah laut ternama di Asia. Nilai transaksinya diperkirakan mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 9 triliun. Rabu, 9 Mei 2012 | 6:50
Bogamulia Tawarkan Saham Tempo Scan Rp 1,78 Triliun
Penjualan sebagian saham perusahaan farmasi itu menempuh mekanisme penawaran terbatas (private placement). Dari placement tersebut, Bogamulia berpotensi memperoleh dana maksimal sebesar Rp 1,78 triliun. Selasa, 8 Mei 2012 | 7:12