Mobil Listrik Utamakan Faktor Keamanan
Senin, 16 Juli 2012 | 14:23
Mobil listrik hasil karya Dasep Ahmadi. Foto: dasep-ahmadi.com JAKARTA - Walaupun sempat mogok sebanyak dua kali, mobil listrik yang diujicoba oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, tetap mengutamakan keamanan.
Pencipta mobil listrik, Dasep Ahmadi, mengungkapkan faktor keamanan menjadi fokus utamanya. "Yang penting itu safety. Masalah sempat berhenti dapat diperbaiki," kata Dasep saat ditemui di pelataran gedung BPPT, Jakarta, Senin.
Ia menceritakan berhentinya mobil listrik ini dikarenakan baterai mobil listrik hanya 40%. Padahal, untuk menempuh jalanan di Jakarta dibutuhkan baterai 100%. "Saya tidak mengecasnya sampai 100% karena sudah malam. Saya pun ragu apakah mau dibawa ke Jakarta atau tidak," tuturnya.
Kendati demikian, Dasep mengungkapkan berhentinya mobil listrik itu masih ditelusuri. Ada dua penyebab berhentinya mobil, yakni sistem manajemen baterai dan power baterai itu sendiri.
"Nanti, kita lihat apakah setting-annya yang belum optimal atau bagaimana. Yang pasti, baterainya terisi hanya 40%," tuturnya.
Ia menambahkan, limit baterai mobil listrik ini sekitar 20%. Bila sudah di bawah limit, maka ia menyarankan pengguna mobil listrik untuk segera melakukan pengisian baterai. Biaya perawatan mobil listrik ini tergolong murah, karena setiap 50.000 kilometer, mobil baru masuk ke bengkel.
"Jadi akan lebih ekonomis dan tidak menguras biaya. Pengecasannya juga pasti ada di mana-mana," urainya.
Setelah dilakukan pengecekan, tim teknisi mobil listrik menegaskan mobil listrik tidak bermasalah. Tim teknisi melakukan pengecekan motor controller serta aki, dan hasilnya bagus. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!