ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

Sharif Cicip: Hutan Mangrove Perlu Reboisasi
Rabu, 22 Februari 2012 | 14:13

KENDAL- Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan mayoritas hutan mangrove di Indonesia yang luasnya 43 juta hektar sudah rusak sehingga perlu reboisasi atau penanaman kembali supaya tetap terjaga.

"Kita ketahui tambak-tambak dan juga hutan ini sudah mulai merusak tanaman mangrove sehingga harus kita kembalikan untuk menjaga unsur penjaga supaya tidak ada abrasi lagi," kata Sharif Cicip pada Penyerahan Simbolis Bantuan Kementrian Kelautan dan Perikanan, Penanaman Mangrove, dan Penyadaran Masyarakat di Desa Wonorejo, Kaliwungu, Kendal, Jateng, Rabu.

Menurut dia, tanaman mangrove ini harus dipelihara supaya bisa menyelamatkan daratan.

Sharif Cicip menambahkan, dirinya sudah menjadi menteri sejak tiga setengah bulan yang lalu dan sudah berkunjung ke-18 provinsi bertemu dengan nelayan, petambak, dan UKM yang memiliki usaha di bidang pengolahan dan pemasaran.

Dari situ dirinya bisa mengambil kesimpulan bahwa yang penting untuk masa depan adalah industrialisasi. "Pertanian di seluruh dunia adalah yang paling mendasar karena 70% konsentrasi pada bidang ini termasuk perikanan," katanya.

Menurut dia, dengan industri maka petani tambak, petani tangkap, atau nelayan akan memiliki pasar yang sudah menjanjikan sehingga dari hulu hingga hilir akan terjadi interaksi yang sepadan.

Menteri Kelautan dan Perikanan menambahkan, kementeriannya memiliki tiga program, yaitu penanggulangan kemiskinan, perbaikan perekonomian, dan perbaikan lingkungan hidup.

Ia menyebutkan, untuk program penanggulangan kemiskinan disiapkan anggaran Rp1,9 triliun untuk bantuan masyarakat miskin dan tertinggal, sedangkan perbaikan ekonomi Rp2,1 triliun, sementara untuk perbaikan lingkungan hidup Rp0,5 triliun. (ant/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close