PTPN II Diminta Pertahankan Tanaman Tembakau
Senin, 20 Februari 2012 | 9:06
Ilustrasi tanaman tembakau MEDAN- Anggota DPD RI utusan Sumatera Utara Parlindungan Purba meminta PT Perkebunan Nusantara II mempertahankan tanaman tembakaunya untuk tetap mendapatkan devisa sekaligus untuk mempertahankan sejarah komoditas itu.
"PTPN II diminta tidak jor-joran mengkonversi tanamannya ke sawit, apalagi mengganti tanaman tembakaunya yang disebut-sebut juga sudah berkurang banyak," katanya di Medan, Minggu (19/2).
Tanaman tembakau bekas milik PTPN IX itu sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda dan menjadi salah satu komoditas andalan dan memperkenalkan nama Sumut di luar negeri.
Selain mempertahankan devisa dan sejarah tanaman tembakau itu, anjuran agar PTPN II tidak mengkonversikan tanaman karet, tebu dan tembakau ke sawit itu juga untuk menghindari kerugian besar kalau tiba-tiba harga CPO (crude palm oil) anjlok di pasar internasional, katanya.
Harga CPO di pasar internasional biasanya langsung berdampak pada harga tandan buah segar (TBS) dan produk turunan sawit lainnya.
"DPD RI akan membicarakan kecenderungan PTPN II termasuk PTPN III dan PTPN IV mengkonversi tanamannya ke sawit ke kementerian terkait khususnya Kementerian BUMN (Bdan Usaha Milik Negara)," katanya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Suharno menyebutkan, nilai ekspor tembakau Sumut pada tahun lalu naik 13,36 persen dari tahun 2010 atau 230,830 juta dolar AS.
"Kenaikan devisa dari tembakau itu menggembirakan karena sebelumnya ada kekhawatiran menurun akibat PTPN II mengubah tempat pelelangan dari selama ini di Bremen, Jerman ke Medan," katanya.
Berdasarkan data, kenaikan devisa itu cenderung akibat harga jual yang tren naik walau sedikit.
Naiknya nilai ekspor itu menunjukkan belum adanya dampak negatif sistem penjualan yang diubah dari pelelangan di Bremen ke Indonesia termasuk di Sumut.
Semakin yakin tidak terpengaruh karena nyatanya ekspor golongan barang itu juga terbesar masih ke Jerman, katanya.
Kepala Urusan Humas PTPN II Rahmuddin mengakui lelang tembakau sudah dan terus dilakukan di Sumut untuk menekan biaya produksi dari pelelangan yang dilakukan di Bremen.
PTPN II juga masih mempertahankan tanaman tembakau itu khususnya dengan cara mengupayakan kenaikan produktivitas tanamannya.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!