PANEN RAYA DI SRAGEN
Presiden: Upaya Peningkatan Produksi Pangan Jadi Prioritas
Jumat, 17 Februari 2012 | 12:07
Sejumlah buruh tani memanen padi di Lubuk Pakam, Kab. Deli Serdang, Sumut, Kamis (18/8). Pemerintah menargetkan produksi beras sampai 41 juta ton atau setara dengan 74,1 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2012. Target itu untuk mendukung swasembada beras di 2014. Foto: Investor Daily/Investor Daily/ ANTARA/Septianda Perdana/ed/nz/11 SRAGEN - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Pemerintah pusat maupun daerah menginginkan upaya meningkatkan produksi pangan menjadi prioritas.
“Jika pangan dipriotaskan perhatiannya, anggaran, dan semua harus diarahkan untuk mencapai sasaran peningkatan pangan," kata Presiden saat bersama para petani mengikuti acara panen raya di Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat.
Menurut Presiden pangan adalah kebutuhan hidup yang utama, manusia bisa tahan hidup manakala pakaiannya kurang, rumahnya belum baik. Tetapi tidak mungkin bisa hidup kalau tanpa pangan. Karena itulah peningkatan produksi pangan layak jadi prioritas.
Presiden yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono bersama sejumlah Menteri dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo tiba di lokasi panen raya padi jenis inpari 13 di hamparan sawah seluas 39 hektare di Ngrampal, Sragen.
Presiden bersama Ibu Negara dan Gubernur Jateng serta para Menteri secara simbolis panen jenis padi yang tahan hama penyakit tersebut kemudian dilanjutkan ramah-tamah dengan para petani di wilayah Sragen.
Sementara Gubernur Bibit Waluyo dalam kesempatan tersebut juga memberikan bantuan pupuk jenis Ponska dan Petroganik masing-masing sebanyak 500 ton untuk para kelompok tani di Sragen.
Presiden merasa senang dapat bersama-sama panen padi bersama para petani di Desa Bener, Sragen ini. "Semoga cita-cita baik para petani dapat menghasilkan pertanian padi termasuk produksinya dan kesejahteraan meningkat," kata Presiden.
Menurut Presiden, sebelumnya dirinya mendapat informasi bahwa sawah yang akan dipanen ini, habis terserang hama wereng. "Tetapi, Saya melihat langsung di lapangan ternyata tidak ada yang terserang hama wereng. Meskipun, karena perubahan iklim di negara manapun termasuk di Indonesia muncul hama-hama jenis baru," katanya.
Namun, pemerintah tidak tinggal diam, para petani tidak pernah menyerah. Pihaknya terus berusaha mengembangkan antihama yang cespleng (Mujarab). Termasuk pupuk-pupuk yang paling tepat menghadapi perubahan tantangan iklim ini.
Dalam acara panen raya tersebut Presiden Yudhoyono yang didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menpora Andi Mallarangeng, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Pangestu, Menteri Perdagangan Gita Irawan Wirjawan, Menteri Pertanian Suswono dan para staf khusus, serta Gubernur Jateng.
Presiden dan rombongan setelah temu muka dengan ratusan petani di Sragen, kemudian meninggalkan lokasi menuju Solo. (gor/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
Nah ! Ini baru dibilang doktor pertanian, mau lihat hasil produksi rakyat kecil. Jangan memperhatikan partai aja yang kerjanya hanya memeras anggaran negara alias korupsi perjama'ah.