ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 16 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Perusahaan Asing Harus Perhatikan Kesejahteraan Masyarakat
Rabu, 1 Juni 2011 | 16:58

JAKARTA - Pengamat pertanian Bustanul Arifin menegaskan, perusahaan asing yang melakukan investasi di sektor pertanian seharusnya tidak hanya mengutamakan produksi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Mereka jangan hanya berorientasi pada comodity (komoditas) tapi juga community (masyarakat)," kata Bustanul di sela diskusi yang digelar Indef di Jakarta, Rabu.

Menurut guru besar Universitas Negeri Lampung itu, upaya untuk menghilangkan investasi asing di sektor pertanian (dalam arti luas termasuk peternakan, perkebunan, perikanan) mustahil untuk dilakukan.

Oleh karena itu, tambahnya, pemerintah perlu menerapkan kebijakan agar perusahaan-perusahaan asing tersebut juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Manfaat bagi masyarakat sekitar tersebut, menurut Bustanul, seperti peningkatan kesejahteraan, penyerapan tenaga kerja ataupun dalam tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Pemerintah perlu mengawal program-program pemberdayaan masyarakat oleh perusahaan (asing) tersebut," katanya.

Dia mengakui, saat ini kebijakan investasi asing yang disusun pemerintah di sektor pertanian masih berorientasi produk dibandingkan ke masyarakat atau komunitas. "Yang penting hasil produksi naik, apakah (perusahaan) itu bermanfaat bagi masyarakat atau tidak," katanya.

Menanggapi penilaian bahwa penguasaan asing di sektor pertanian saat ini sudah "membahayakan" sehingga perlu dihentikan, dia menyatakan, yang perlu diantisipasi adalah perusahaan asing yang melakukan penjualan saham perdana (IPO) namun pembelinya oleh asing juga.

"Harus hati-hati, kalau ternyata pembelinya orang asing, itu sama saja," katanya. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close