ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 30 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Permintaan CPO Negara Eropa Diperkirakan Berkurang
Selasa, 6 September 2011 | 16:34

JAKARTA-Permintaan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia oleh Bangladesh dan negara-negara di Timur Tengah dan Eropa kemungkinan akan berkurang karena gejolak ekonomi yang terjadi di kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

Direktur Pelaksana Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Fadhil Hasan kepada pers di Jakarta, Selasa (6/9)  mengatakan, apabila permintaan pasar Timur Tengah dan Eropa berkurang, Indonesia akan melemparkan produk CPO-nya ke pasar China dan India.

Kebutuhan China dan India terhadap CPO masih sangat besar. Jadi Indonesia tidak perlu khawatir dengan berkurangnya permintaan CPO dari Eropa dan Timur Tengah, katanya.

Namun, lanjut dia komposisi ekspor CPO Indonesia untuk semester kedua 2011 sebenarnya masih belum dapat diperkirakan apakah akan lebih tinggi dibanding semester pertama 2011 atau minimal sama.

Karena Gapki harus melakukan penetrasi pasar terlebih dahulu untuk memperoleh data yang lebih baik, ucapnya.

Menurut dia, semester kedua 2011 permintaan CPO diperkirakan akan mencapai 10 juta ton, sedangkan permintaan CPO sepanjang tahun ini akan mencapai antara 17,5 juta ton hingga 18 juta ton.

Karena itu produk CPO Indonesia selama 2011 mencapai 23,5 juta ton dengan total kebutuhan di dalam negeri hanya enam juta ton.

Jadi kebutuhan industri CPO di dalam negeri bukan merupakan persoalan serius, tuturnya.

Ia mengatakan, Indonesia walau merupakan penghasil CPO terbesar di dunia bukan price maker (penentu harga pasar).

Penetapan harga CPO ditentukan oleh naik turunnya harga minyak mentah dunia yang saat ini mencapai 80 dolar AS per barel yang sebelumnya sempat mendekati angka 100 dolar AS per barel, katanya.

Produksi CPO Indonesia terus meningkat pada 2008 mencapai 15 juta ton lebih, pada 2009 sebesar 17 juta ton dan pada 2011 mencapai 23,5 juta on, katanya.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!