Pengelolaan Ketahanan Pangan Tak Serius
Sabtu, 28 Juli 2012 | 4:25
Harga kedelai impor tinggi. Karikatur Investor Daily 25 Juli 2012
JAKARTA-Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan, kenaikan harga kedelai yang berdampak
terhadap industri tempe dan tahu akibat ketidakseriusan pemerintah dalam
menggerakkan kebijakan ketahanan pangan.
"Seharusnya sejak awal sudah bisa diantisipasi bukan hanya kedelai. Kan
saya sudah ngomong dari dulu, kita dari dulu tidak serius mencanangkan
ketahanan pangan," kata Megawati saat ditemui di kantor DPP PDIP Jakarta,
Jumat (27/7) .
Ia mengatakan, sewaktu dirinya menjabat sebagai presiden, ia pernah
mencanangkan swasembada pangan. Kalau dari awal sudah berjalan, mungkin saat
ini sudah bisa terealisasikan.
Megawati menambahkan, swasembada pangan baru akan terjadi jika pemerintah dan
seluruh lapisan masyarakat mau melepaskan diri dari ketergantungan impor,
sehingga langkah konkret menuju ketahanan pangan baru akan tercapai.
"Ini seperti lagu lama, di mana Indonesia juga pernah mengalami
ketergantungan impor. Seharusnya masalah ini sudah tidak terulang kembali,
kalau pemerintah bisa mengantisipasinya," kata Mega.
Ia menuturkan, pemerintah perlu berswasembada kalau tidak melakukan suatu
langkah konkret, antara lain hentikan impor bagi komoditi-komoditi pertanian.
"Kita harus membangun industri pertanian sendiri, beras, singkong dan
sagu. Ini bagian dari budaya kita. Pemerintah jangan hanya bersifat reaktif,
tetapi harus mencari akar masalahnya," ujarnya.
Tingkat kebutuhan kedelai di Indonesia sendiri mencapai 3 juta ton per tahun,
sementara produksi kedelai dalam negeri hanya mampu memasok sekitar 800 ribu
ton per tahun. Untuk pemenuhan kebutuhan nasional, pemerintah mengimpor
kedelai.
Pemerintah juga telah mengumumkan penurunan bea masuk bagi kedelai impor dari 5
persen menjadi 0 persen. Namun, langkah tersebut masih diperdebatkan karena
kebijakan yang diambil menimbulkan ruang bagi spekulan pasar.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!