ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 19 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Pemerintah Siapkan Insentif Penyelamatan Sapi Betina
Jumat, 17 Juni 2011 | 17:17

JAKARTA - Pemerintah pada 2011 berencana menyiapkan insentif bagi penyelamatan sapi betina produktif guna mendukung tambahan populasi ternak demi swasembada daging sapi-kerbau 2014. Ada sekitar 200 ribu ekor sapi betina produktif yang perlu diselamatkan dari usaha pemotongan.

“Insentif tersebut diberikan kepada peternak yang memiliki sapi/kerbau betina bunting minimal lima bulan sebesar Rp500.000-Rp750.000 per ekor. Total insentif yang disiapkan pemerintah untuk menyelamatkan sapi betina produktif senilai Rp700 miliar," kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Prabowo Respatiyo Caturoso di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, anggaran yang dialokasikan itu sebagian untuk penjaringan ternak yang akan dipotong dan sebagian lagi untuk pemberian insentif bagi peternak yang memiliki sapi/kerbau betina bunting.

"Anggaran itu baru dialokasikan pada 2011 dengan harapan, sapi-sapi dan kerbau produktif bisa terlindungi dan memproduksi anak-anak sapi dan kerbau," katanya.

Sasaran penerima insentif nantinya adalah peternak anggota kelompok atau bukan anggota kelompok dalam satu wilayah yang memiliki ternak sesuai kriteria yang ditetapkan apabila jumlah ternak dalam kelompok belum mencapai target.

Sedangkan pelaksanaan penjaringan sapi dan kerbau dilakukan di tingkat peternak, pasar hewan dan rumah potong hewan (RPH).

Pergantian ternak yang akan dipotong di RPH dapat berupa sapi/kerbau produksi lokal siap potong atau dalam bentuk uang tunai.

Kemudian kegiatan penyelamatan juga dilakukan di lokasi pada propinsi yang berpotensi pemotongan relatif tinggi. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close