ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Pemerintah Harus Beri Insentif Produsen Buah Lokal
Rabu, 30 Januari 2013 | 14:50

JAKARTA-Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Suryo Bambang Sulisto menilai pemerintah harus memberikan insentif kepada produsen buah lokal setelah ada pembatasan impor buah-buahan segar.

"Indonesia merupakan negara agraria tentu bukan hal yang sulit untuk meningkatkan produksi buah-buahan. Memproduksi buah dan sayur itu gampang. Jadi, kenapa itu tidak bisa dilakukan di dalam negeri?" kata Suryo Bambang Sulisto usai menghadiri acara seminar outlook 2013 di Jakarta, Rabu (30/1).

Menurut dia, pemberian insentif kepada produsen lokal dapat merangsang para petani buah-buahan maupun sayuran untuk memacu peningkatan produksi mereka "Coba berikan insentif, dorongan, kemudahan agar kita ramai-ramai memproduksi itu. Kita punya kemampuan itu," kata dia, seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah harus meningkatkan dan melakukan pembenahan infrastruktur pendukung untuk menghubungkan akses antar wilayah yang terdiri dari pulau-pulau.

"Konektivitas antarwilayah juga harus dikembangkan sehingga produk pertanian lokal dapat lebih disukai oleh masyarakat. Katakan kita bisa menanam di Lembang, tetapi begitu sampai Jakarta separuhnya sudah rusak. Jadi, kan perlu juga mobil pendingin," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan bahwa kebijakan pembatasan pintu masuk impor buah dan sayur-sayuran yang berjalan sekitar enam bulan tidak akan membuat Indonesia kekurangan pasokan.

"Indonesia tidak kekurangan buah, jangan dipikirkan itu, Indonesia tidak kekurangan buah," kata dia.

Ia mengemukakan bahwa produsen buah lokal akan tumbuh berkembang bila masyarakat Indonesia mengonsumsi buah dari dalam negeri.

"Kalau kita rajin membeli buah nasional buah lokal itu mengalir buah lokal itu, semakin banyak rakyat kita akan menanam, memelihara buah lokal, jangan khawatir lah kekurangan pasokan, nanti juga ada pasokan," katanya.

Ia menyakini kebijakan pembatasan pintu impor tidak melanggar WTO. Oleh karena itu, dirinya tidak khawatir bila hal ini dilaporkan ke lembaga tersebut.(*/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close