ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

Pemerintah Fokus Peningkatan Produktivitas Sawit
Rabu, 22 Februari 2012 | 12:28

NUSA DUA- Pemerintah fokus pada peningkatan produktivitas lahan perkebunan kelapa sawit rakyat, setelah dikeluarkannya moratorium perluasan lahan tahun lalu sampai 2013.

"Produktivitas perkebunan rakyat masih dibawah tiga ton CPO/hektare, bahkan ada yang dua ton CPO/hektare," kata Menteri Pertanian Suswono, pada International Conference "on Oil Palm and Environment (ICOPE)", di Nusa Dua, Bali, Rabu (22/2).

Ia mengatakan ada beberapa upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk membantu peningkatan produktivitas antara lain penanaman kembali (replanting), perawatan, serta pemupukan dan pemeliharaan yang baik, sehingga diharapkan produktivitas lahan sawit rakyat bisa sama dengan swasta.

"Saat ini swasta yang bagus (produktivitasnya) bisa mencapai enam ton CPO/hektare. Kalau kita bisa menaikkan produktivitas sampai empat ton CPO/hektare saja, produksi CPO nasional bisa mencapai dua kali Malaysia," ujar Suswono.

Saat ini, lanjut dia, sekitar setengah dari total lahan perkebunan sawit di Indonesia yang mencapai sekitar delapan juta hektare, menjadi milik rakyat.

CEO Sinar Mas Agribusiness and Food, Franky O Wijaya, mengatakan sekitar 43 persen perkebunan kelapa sawit dikelola oleh rakyat secara independen, dengan produktivitas lahan sekitar 1,5 ton CPO/hektare.

Menurut dia, rendahnya produktivitas perkebunan rakyat karena bibit yang tidak jelas, serta manajemen perkebunan, perawatan dan pemakaian pupuk yang belum baik.

"Saat ini rata-rata produktivitas perkebunan sawit nasional sekitar 3,6 ton CPO/hektare, sedangkan Malaysia sebesar 4,7-4,8 ton CPO/hektare," katanya.

Lebih jauh, Franky mengatakan untuk mendukung produktivitas lahan milik rakyat perlu ada inovasi pembiayaan berupa skim khusus yang bisa menjamin biaya hidup mereka selama tiga tahun, sebelum menikmati hasil dari kebun sawit yang dikelola dengan baik. (ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close