ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Pasar Produk Hortikultura Nasional Rp100 Triliun
Kamis, 28 Juni 2012 | 7:59

JAKARTA-Pasar produk hortikultura nasional seperti buah dan sayur pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp100 triliun dan diperkirakan akan terus meningkat.

Ketua Umum Alumni IPB Said Didu, di Jakarta, Rabu mengatakan, dari jumlah tersebut, kontribusi produk hortikultura impor mencapai Rp17 triliun.

"Konsumsi hortikultura Indonesia, kira-kira sudah 100 triliun pada tahun ini. Pangsa pasar ini bakal terus naikPangsa pasar ini bakal terus naik, kontribusi produk hortikultura impor saja pada tahun 2006 hanya sebesar 5 triliun rupiah, saat ini sudah mencapai 17 triliun rupiah," katanya Dengan pangsa pasar tersebut, kata Said, prospek investasi di sektor hortikultura masih terbuka lebar.

Dengan tingkat pendapatan rata-rata per kapita penduduk sebesar 3 ribu dolar AS maka buah dan sayuran itu hanya menjadi pilihan, lanjutnya, namun jika menembus 4 ribu dolar maka menjadi titik kritis karena konsumen akan memburu produk hortikultura.

Dan pada posisi pendapatan perkapita sebesar 5 dolar perkapita, maka produksi hortikultura di dalam negeri harus mampu memenuhi kebutuhan, jika tidak maka produk hortikultura impor yang bakal memenuhi pasar.

Menurut Said, selain kepastian pasar, investor produk hortikultura juga dipengaruhi oleh faktor produksinya, misalkan persoalan hama penyakit.

"Ancaman hama tersebut juga mempengaruhi investor untuk masuk dalam bisnis hortikultura," katanya.

Di tempat yang sama Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Hasanuddin Ibrahim mengatakan, belum banyak investor yang masuk dalam produk hortikultura.

Menurut dia, target tahun depan investasi swasta membuka lahan hortikultura seluas 1.000 hektare, tahun 2014 ditargetkan seluas 3.000 hektare.

"Masalah investasi di hortikultura itu karena investor belum mengenal baik. Investor di produk hortikultura itu perlu memahami seluk beluh buah dan sayuran," katanya.

Ia menyebut, tantangan bagi investor adalah mengenal indonesia dengan iklim tropis, lembab basah dan ancaman penyakit. Selain itu persoalan logistik juga masih belum sempurna.

Namun, pihaknya optimitis meskipun ada tantantan bagi investor, pasar produk hortikutura akan menarik bagi investor untuk menanamkan dananya.

Menurut dia, saat ini sudah ada sinyal masuknya investor dari Iran, Jepang dan Korea yang berminat menanamkan investasi di produk hortikultura.(ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close