ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Mendag Optimis Produksi Kedelai Dapat Meningkat
Kamis, 16 Agustus 2012 | 9:30

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (kedua kanan) bersama Managing Director Sinar Mas G Sulistiyanto (kanan) melayani masyarakat yang membeli minyak goreng murah saat bazar di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (6/8). Bazar minyak terus digiatkan, guna membantu menjaga stabilitas harga dan meringankan beban warga menjelang Lebaran. Foto: Investor Daily/Antara/HO-Ito/Spt/12 Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (kedua kanan) bersama Managing Director Sinar Mas G Sulistiyanto (kanan) melayani masyarakat yang membeli minyak goreng murah saat bazar di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (6/8). Bazar minyak terus digiatkan, guna membantu menjaga stabilitas harga dan meringankan beban warga menjelang Lebaran. Foto: Investor Daily/Antara/HO-Ito/Spt/12

JAKARTA-Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku optimistis bahwa produksi kedelai yang dihasilkan di dalam negeri akan terus dapat meningkat untuk memenuhi kebutuhan domestik yang diperlukan.

Pemerintah optimistis dapat meningkatkan produksi. Dengan luas areal tanam kedelai 600.000 hektar dan asumsi produksi rata-rata sebesar 2,5 ton per hektar. Saat ini Indonesia sebenarnya dapat memproduksi 1,5 juta ton kedelai per tahun, kata Gita Wirjawan dalam siaran pers Kementerian Perindustrian yang diterima di Jakarta, Rabu (15/8).

Menurut Gita, apabila terdapat penambahan luas areal tanam, maka konsumsi kedelai nasional yang saat ini adalah sebesar 2,6 juta ton bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Sedangkan untuk mengatasi kenaikan harga dan menjaga stabilitas harga kedelai di dalam negeri, ujar dia, pemerintah telah menurunkan bea masuk dari 5 persen menjadi 0 persen hingga Desember 2012.

Mendag pada Rabu (15/8) ini melakukan kunjungan ke sentra produksi kedelai di Jember, Jawa Timur, untuk berdialog dengan petani kedelai dan melihat secara langsung produksi kedelai di daerah tersebut.

Melalui kunjungan ini, Gita mengutarakan harapannya agar dapat memperoleh masukan langsung dari petani kedelai sehingga dapat melakukan perbaikan dari sisi kebijakan tata niaga kedelai ke depannya.

Kunjungan ke sentra produksi kedelai itu dilatarbelakangi oleh meningkatnya harga kedelai dunia akibat kekeringan di Amerika Serikat dan Amerika Latin yang memicu kenaikan harga kedelai di dalam negeri.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Tahu Tempe mengharapkan agar pemerintah segera dapat menyelesaikan permasalahan kenaikan harga kedelai di dalam negeri.

Berdasarkan data asosiasi tersebut, kebutuhan kedelai untuk industri tahu tempe sekitar 2,5 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 800.000 sampai 900.000 ton yang mampu disuplai oleh petani dalam negeri.

Sedangkan data BPS menyebutkan, produksi kedelai nasional tahun 2011 menurun 9,66 persen atau sebesar 87.590 ton dibandingkan tahun sebelumnya.(ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close