ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Kuota Impor Daging Sapi Tak Ditambah
Kamis, 31 Januari 2013 | 8:46

JAKARTA-Kementerian Pertanian menegaskan tidak ada penambahan kuota impor daging sapi pada 2013, kata Menteri Pertanian (Mentan), Suswono.

"Itu sudah dibahas di Kemenko Perekonomian dan lintas kementerian," ujar Suswono di Kementerian Perekonomian Jakarta, Rabu (30/1).

Menurut dia, pembahasan tersebut mencakup distribusi, kuota, dan rumusannya seperti apa. Selain pembicaraan distribusi dan kuota impor dibahas pula mengenai kesiapan daerah untuk memasok kebutuhan daging sapi dalam negeri.

"Itu termasuk distribusinya kan ada rumus-rumusnya. Jadi saya belum lama mengirim surat ke Kemenko. Berdasarkan hitung-hitungan dari pemerintah daerah, mereka siap untuk memasok kebutuhan dalam negeri," ucapnya, dikutip dari Antara.

Oleh karena itu, jumlah impor yang sudah ditentukan dalam rapat menteri perekonomian itu sudah cukup, sehingga tidak perlu ada tambahan kuota daging sapi.

Di sisi lain, lanjutnya, Kementerian Pertanian memastikan dalam waktu 14 bulan ke depan kebutuhan gula kristal putih/konsumsi dapat dipenuhi dari dalam negeri. Hal ini seiring dengan stok gula nasional yang mencapai 839 ribu ton, pada 2013.

Ia mengatakan untuk mendorong produksi gula dalam negeri, pemerintah akan segera mengeluarkan harga pembelian pemerintah (HPP) gula baru.

"Kita baru akan mengkaji dan menentukan HPP-nya, serta impor tidaknya pada akhir Feberuari nanti," ujarnya.

Pemerintah telah menetapkan kuota impor daging sapi pada 2013 mencapai 80 ribu ton. Kebutuhan daging sapi pada 2013 diperkirakan mencapai 500 ribu ton, atau naik 16 ribu ton dari kebutuhan tahun 2012 yang mencapai 484 ribu ton.

Sedangkan untuk produksi gula pada tahun ini ditargetkan sebesar 2,7 juta ton. Angka ini naik sebesar satu juta ton dari target 2012 yang sebesar 2,6 juta ton.(*/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!