Kepala Daerah Harus Perhatikan Produksi Padi
Jumat, 17 Februari 2012 | 13:04
Sebuah kegiatan buruh tani tengah memanen padi. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Syaiful Arif/Koz/IP/11 SRAGEN - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan semua kepala daerah di Indonesia memperhatikan produksi padi dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.
"Kami mengimbau kepada para gubernur, wali kota, bupati di seluruh Indonesia untuk memberikan perhatian produksi padi dan sering-sering turun ke lapangan bertemu dengan petani. Sehingga mengetahui apa yang diperlukan oleh petani dan persoalannya," kata Presiden di sela panen raya di Desa Bener, Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah, Jumat.
Menurut Presiden, Menteri Pertanian Suswono telah melaporkan bahwa rata-rata produksi padi nasional mencapai 5,1 ton per hektare, sedangkan di Sragen Jateng bisa mencapai tujuh hingga delapan ton per hektare.
Hasil produksi pangan di Jateng tersebut, kata Presiden, sangat baik, sehingga provinsi ini merupakan salah satu lumbung padi nasional. Presiden meminta agar kondisi itu tetap dijaga dan ditingkatkan ke depan.
Menurut Presiden, jika kepala daerah turun ke lapangan bersama petani, maka kebijakan yang dikeluarkan dan solusinya menjadi tepat. Kalau semua di negeri ini memiliki kepedulian dan perhatian serta kepemimpinan untuk meningkatkan produksi pangan, maka produksi padi Indonesia suatu saat bisa mencapai delapan ton per hektare.
Pemerintah terus memberikan perhatian kepada petani untuk memajukan pertanian dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Kalau penghasilan petani semakin baik, maka kesejahteraan masyarakat Indonesia juga semakin baik. "Memang mayoritas rakyat kita saat ini petani," katanya.
Oleh karena itu, Presiden berharap komunikasi, dialog, kerja sama antara kelompok-kelompok petani dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dunia penelitian, dan pengembangan itu terus ditingkatkan.
Dengan demikian, lanjutnya, produksi padi semakin besar, tahan terhadap serangan hama, dan efisien penggunaan pupuk, sehingga produktivitasnya juga semakin tinggi. (ant/gor)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!