ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Kementan Minta Impor Cabai Segera Direalisasikan
Senin, 15 Juli 2013 | 23:21

JAKARTA- Kementerian Pertanian meminta para importir yang sudah mendapatkan rekomendasi impor dan surat persetujuan impor cabai dari Kementerian Perdagangan segera merealisasikannya.

Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Senin mengatakan panen cabai dan bawang merah yang diperkirakan pada Juli tahun ini ternyata mundur ke bulan Agustus karena hujan masih sering terjadi pada Juli. "Dari evaluasi yang ada, kekurangan stok di cabai dan bawang merah. Prediksi diharapkan bisa panen bulan Juni tapi meleset, karena hujan panen kurang bagus. Dengan demikian pasokan kurang," katanya.

Untuk itu, Suswono meminta, impor harus direalisasikan pada Juli karena merupakan bulan terakhir untuk melangsungkan impor sementara pada Agustus panen raya cabai dan bawang merah akan dimulai. "Untuk memenuhi pasokan dua komoditas tadi, para importir harus cepat impornya," jelas Suswono.

Dikatakannya, volume yang harus diimpor untuk cabai sebanyak 10 ribu ton dan bawang merah 16 ribu ton.

Saat ini harga cabai di pasaran semakin meningkat seperti di Pasar Kosambi Bandung, Jawa Barat menenyentuh angka Rp80.000 per Kg untuk jenis cabai rawit, padahal sepekan silam hanya Rp45.000 per Kg.

Bahkan di Sangatta Selatan dan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, harga cabai sekitar Rp130.000 hingga Rp150.000/kg.

Sebelumnya Kementerian Perdagangan menyatakan pemerintah akan mengakselerasi pengadaan bawang dan cabai impor. "Cabai dan bawang (merah) sudah kita datangkan dari luar, lebih dari 4.000 ton. Minggu ini akan datang," ujar Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di Jakarta, Minggu (14/7).

Adapun untuk bawang putih, lanjutnya, Kemendag sudah mengimpor sebagian dari rencana mendatangkan 16 ribu ton. (ant/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close