ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

JICA Bantu Pengembangan Rumput Laut Bantaeng
Selasa, 19 April 2011 | 9:11

BANTAENG- Setelah bantuan tenaga ahli bidang prosesing, pangan dan pengembangan hortikultura, Japan International Coorporation Agency (JICA) juga siap membantu pengembangan industri rumput laut di Kabupaten Bantaeng, Sulsel.

Bantuan untuk pengembangan industri lokal, terutama yang berbahan baku rumput laut tersebut dikemukakan Pemimpin Proyek JICA untuk Industri di Sulsel, Takuya Okada pada pertemuan dengan Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah di Bantaeng, Senin (18/4).

Takuya Okada pada pertemuan itu didampingi Akihito Morinaga, Taro Tsubogo dan sejumlah tim dari Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Dinas Perindag, Bappeda, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, serta sejumlah tim JICA dari Unhas.

Menurut Takuya Okada kepada Antara proyek untuk bantuan industri di Sulsel ini dibentuk sejak 2009. Proyek ini dinilai sangat serius sehingga banyak melibatkan instansi terkait. "Biasanya, proyek JICA hanya melibatkan satu atau dua instansi saja," ucapnya.

Ia berharap, melalui bantuan ini, Industri Kecil dan Menengah (IKM) memiliki kemampuan perencanaan serta sistem pelayanan dan yang terpenting peningkatan kualitas produksi.

Okada berharap, daerah ini memiliki produk unggulan yang khas sehingga tidak bersaing dengan produk lainnya.

"Kita tidak ingin bersaing dengan produk lainnya, tetapi upayakan produk Bantaeng hanya satu-satunya sehingga pasar selalu mencari," ucap Project Leader JICA untuk Proyek Industri di Sulsel itu.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah memuji kepedulian Tim JICA terhadap pengembangan berbagai produk di daerah ini. "JICA sudah banyak berbuat di Sulsel. Khusus di Bantaeng, Bupati berharap JICA mengawal produk rumput laut agar berdaya saing tinggi," urainya.

Menurut Bupati, UKM di daerah ini sangat berharap peningkatan kualitas. "Selama ini, mereka melakukan secara manual dengan hasil yang sudah bisa diterima pasar. Itupun setelah dilakukan pengemasan di rumah kemasan yang sudah dibentuk," urainya.

Agar produk makanan dan minuman yang diproduksi tersebut tidak berdampak terhadap kesehatan, JICA diharap membantu teknologinya. "Kelompok UKM ini hanya butuh dipoles sedikit karena sudah berjalan," tambahnya.

Bila memungkinkan, tambah Bupati JICA juga diharap membantu penanganan pascapanen hingga produksi. (*/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!