ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Indonesia Mampu Terapkan Sistim Pertanian Organik
Rabu, 8 Agustus 2012 | 10:34

JAKARTA-Pengamat pertanian Khudori mengatakan Indonesia mampu menerapkan sistem pertanian organik karena metode ini berguna untuk mengembalikan kualitas tanah yang buruk guna meningkatkan produksi pangan dalam negeri.

"Tidak seperti di negara lain yang masih kesulitan soal bahan baku, Indonesia memiliki bahan baku berlimpah untuk menerapkan sistem pertanian organik ini," katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (7/8).

Dia mengatakan sistem pertanian organik bisa dimulai melalui penggunaan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah pertanian, perhutanan, peternakan hingga limbah rumah tangga.

"Limbah pertanian seperti jerami bekas panen padi itu lebih dari cukup untuk diolah menjadi pupuk organik, belum lagi ditambah sampah alami seperti dedaunan di sekitarnya," katanya.

Bahan baku pupuk kompos seperti itu, selain murah dan mudah didapat, juga berguna untuk mengembalikan kualitas tanah yang buruk akibat eksploitasi lahan.

Eksploitasi lahan yang Khudori maksud adalah pencemaran tanah oleh bahan-bahan seperti pupuk kimia. Pemakaian pupuk kimia itu menyebabkan kandungan bahan organik dalam tanah berkurang.

Sebaliknya, menurut Khudori, pupuk organik mengandung banyak mikroorganisme untuk meningkatkan unsur hara di dalam tanah.

"Sekitar 75 persen lahan pertanian di negeri ini kandungan unsur haranya hanya tiga persen. Lahan 'sakit' seperti ini bisa disembuhkan sistem organik," katanya.

Dia juga optimistis sistem pertanian itu tak sulit untuk diaplikasikan karena pupuk organik, terutama yang lokal, jauh lebih baik dari segi manfaat dan biaya.

"Dengan memproduksi pupuk organik sendiri, pemerintah juga bisa mengurangi anggaran untuk membeli pupuk impor," katanya.

Dia mengatakan peningkatan produksi pertanian yang diolah secara organik di daerah mencapai 25 - 30 persen lebih banyak dari budidaya pertanian biasa.

"Jika dihitung secara nasional tentunya akan menambah pendapatan," katanya.(ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Data tidak tersedia.
Close