ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

Impor Bawang dan Gula Segera Dibatasi
Jumat, 17 Februari 2012 | 8:55

MAKASSAR- Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, setelah impor kentang dibatasi akan menyusul impor bawang dan gula rafinasi atau gula kristal.

"Impor kentang hanya yang ada akarnya saja yang bisa masuk, ke depan juga untuk bawang," kata Gita pada kunjungan kerjanya di Makassar, Kamis (16/2).

Dia mengatakan, impor itu hal yang lazim, namun jangan sampai membuat ketergantungan dan mematikan produksi petani.

Menurut dia, impor hanya untuk bahan yang paling baku, misalnya gula mentah. Sehingga ke depan tidak boleh lagi ada impor gula rafinasi atau gula kristal.

"Gula mentah yang diimpor itu baru diolah di sini," katanya.

Sementara mengenai pembatasan ekspor rotan gelondongan, dia mengatakan, hal itu dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengolah rotan sebelum dieskpor sehingga memiliki nilai tambah.

Sebagai gambaran, rotan gelondongan yang diekspor ke mancanegara hanya dinilai seharga 12 - 14 dolar per ton, sementara setelah rotan dijadikan "furniture" maka nilai ekspornya dapat mencapai 200 - 300 dolar per ton.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut Gita, untuk dapat mengikuti perkembangan "design furniture" sehingga nilai ekspornya baik, maka diundang desainer dari luar negeri untuk menularkan ilmu dan keterampilannya.

Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas design produksi furniture yang berbahan dasar rotan. Sedang dampak dari peningkatan kualitas produksi rotan olahan itu akan mempengaruhi harga jual di pasar mancanegara.(ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close