ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 19 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Harga TBS Sawit Barito Turun
Selasa, 19 Juni 2012 | 14:56

MUARA TEWEH-Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang dikelola PT Antang Ganda Utama PIR Butong, Kecamatan Teweh Tengah, Barito Utara, Kalimantan Tengah, pada Juni 2012, turun dari Rp1.682,00 per kilogram menjadi Rp1.550,00 per kg.

"Turunnya harga TBS itu membuat petani kelapa sawit kembali terpukul," kata petani kelapa sawit, Samsu, di Muara Teweh, Selasa.

Kebun kelapa sawit PT AGU ini diusahakan oleh petani plasma di lokasi satuan permukiman (SP) 1, SP 2, SP 3 dan SP 4 dengan luas 4.254 hektare, yang dikerjakan sekitar 1.800 kepala keluarga (KK), sedangkan luas kebun inti 16.297 hektare dengan produksi TBS 15.000 ton per bulan.

Kepala Bagian Produksi Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Barito Utara, Budi Santosa mengakui harga TBS bulan ini yang turun merupakan ketetapan periode 1-30 Juni 2012 yakni Rp1.550/kg atau turun Rp132 dari Mei Rp1.682/kg.

Ketetapan harga TBS ini merupakan hasil rapat pihak perusahaan dan anggota koperasi dan petani plasma yang difasilitasi pemerintah daerah, katanya.

Sementara indeks pada Juni 2012 yang merupakan pembagian hasil penjualan TBS setiap kg yang diterima perusahaan untuk biaya pengolahan dan pemasaran CPO (minyak sawit mentah) serta biaya penyusutan pabrik ditetapkan 80,02 persen turun dibanding periode sebelumnya 81,12 persen.

Turunnya harga TBS ini juga dipengaruhi anjloknya harga penjualan minyak sawit mentah di pasar dalam negeri yang sebelumnya Rp8.068 per kg menjadi Rp7.680/kg. Sedangkan harga jual inti sawit (PKO) turun dari Rp4.172/kg menjadi Rp3.230/kg.

"Jadi turunnya harga TBS itu juga dipengaruhi harga penjualan CPO dan kernel dalam negeri," katanya.

PT AGU merupakan perusahaan kelapa sawit tertua di Kalteng yang tergabung dalam Grup Matahari Kahuripan Indonesia (Makin), merupakan anak perusahaan rokok Gudang Garam Kediri, Jawa Timur.

Perusahaan itu memiliki areal seluas 18.087 hektare dengan produksi CPO sekitar 3.200 ton per bulan. (ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close