ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Harga Gabah Kering Panen di Atas HPP
Selasa, 1 Mei 2012 | 17:46

Seorang petani menjemur gabah di kawasan Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta, Kamis (15/3). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DIY, Nilai Tukar Petani (NTP) di provinsi ini pada bulan Februari 2012 mencapai angka 115,93 atau mengalami penurunan sebesar 0,49 persen dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya yang tercatat 116,50. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Noveradika/ss/nz/12 Seorang petani menjemur gabah di kawasan Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta, Kamis (15/3). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DIY, Nilai Tukar Petani (NTP) di provinsi ini pada bulan Februari 2012 mencapai angka 115,93 atau mengalami penurunan sebesar 0,49 persen dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya yang tercatat 116,50. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Noveradika/ss/nz/12

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani pada April 2012 sebesar Rp3.725,51 per kilogram, naik 2,87% dibanding GKP periode Maret 2012 sebesar Rp3.621,41 per kilogram.

"Harga GKP sebesar Rp3.725,51 per kilogram tersebut lebih tinggi 12,89% dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp3.300 per kilogram di tingkat petani," kata Kepala BPS Suryamin, saat menyampaikan Berita Resmi Statistik, di Gedung BPS, Jakarta, Selasa.

Menurut Suryamin, memasuki panen raya pemerintah memberlakukan HPP terbaru melalui Inpres No.3 Tahun 2012 tanggal 27 Februari 2012, yaitu GKP sebesar Rp3.300 per kilogram di tingkat petani, dan Rp3.350 per kilogram di tingkat penggilingan, sedangkan Gabah Kering Giling (GKG) sebesar Rp4.150 per kilogram di tingkat penggilingan.

Suryamin menjelaskan, berdasarkan observasi BPS pada 1.125 transaksi penjualan gabah di 20 propinsi selama April 2012 didominasi penjualan GKP yang mencapai 71,98%, gabah kualitas rendah 23,54%, dan GKG 4,48%.

Survei tersebut juga menyebutkan, pada April 2012 bahwa GKG di tingkat petani mencapai Rp4.276,9 per kilogram turun 0,18%, dan di tingkat penggilingan Rp4.354,87 per kilogram, turun turun 0,14% dibanding Maret 2012.

Sedangkan gabah kualitas rendah di tingkat petani mencapai Rp3.312,89 per kilogram naik 4,93%, dan di penggilingan Rp3.380,45 per kilogram turun 4,91%.

Disebutkan selama April 2012, harga gabah kualitas GKP tertinggi di tingkat petani mencapai Rp5.533,90 per kilogram terjadi di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dengan varietas Unus Mayang.

Sedangkan harga gabah kualitas terendah mencapai Rp2.500 per kilogram terjadi di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, dengan varietas Ciherang.

Sementara tertinggi di tingkat penggilingan mencapai Rp5.630,90 per kilogram di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimatan Selatan dengan varietas Unus Mayang, dan harga terendah sebesar Rp2.625 per kilogram di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor dengan varietas Ciherang. (ant/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close