ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Harga Buah Sawit di Sumsel Naik Tipis
Jumat, 26 Agustus 2011 | 11:23

PALEMBANG- Harga buah sawit dalam bentuk tandan buah segar (TBS) di Sumatera Selatan selama beberapa hari terakhir hingga Jumat tercatat Rp1.515,89 per kilogram, atau naik tipis dibandingkan sebelumnya kisaran Rp1.504,55 per kg.

Kabid pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan, Dinas Perkebunan Sumsel, Ir Minarsih, di Palembang, mengatakan harga buah sawit dalam bentuk TBS sejak sebulan terakhir selalu terjadi perubahan atau berfluktuatif, namun masih antara Rp1.450 hingga Rp1.550 per kg.

Menurut dia, harga TBS di Sumsel selama sebulan terakhir ditentukan melalui kesepakatan dalam rapat rutin antara pengusaha perkebunan dengan pihak dinas instansi terkait yang diadakan dua kali setiap bulan.

Dikatakannya, di Sumatera Selatan terdapat puluhan perusahaan khusus mengelola perkebunan kelapa sawit dengan total luas hampir mencapai 700 ribu hektare tersebar pada sejumlah daerah penghasil, seperti di Ogan Komering Ulu, Muaraenim, Lahat, Pagaralam, Banyuasin, Musibanyuasin, Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Musirawas.

Dijelaskannya, selain TBS juga ditetapkan harga minyak sawit mentah (CPO) yang hingga sekarang ini tercatat Rp7.313 per kilogram.

Khusus CPO, harga sekarang ini sebaliknya terjadi penurunan dari Rp7.379 menjadi hanya Rp7.313 per kg, katanya.

Ia mengatakan, turunnya harga CPO itu karena selain berdasarkan kesepakatan dalam rapat rutin tersebut juga dipengaruhi pasaran di luar negeri, mengingat hasil minyak sawit mentah sebagian besar diekspor.

Sejumlah perusahaan perkebunan tersebut sebagian besar telah memiliki industri pengolahan CPO, dan hanya beberapa saja belum ada.

Bahkan sudah ada dua perusahaan CPO tersebut sudah mampu mengolah menjadi minyak goreng curah dan dipasarkan memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sementara pantauan ANTARA mengenai pasaran minyak goreng curah, khususnya di Sumsel, hasil minyak goreng itu ada yang dijual di sejumlah pasar tradisional dalam kemasan biasa Rp9.500 per kg.

Sebagian lagi dikemas sudah diberi label (merek) biasanya dijual pada sejumlah pasar swalayan dengan harga lebih tinggi kisaran Rp11 ribu hingga Rp12.500 per kg.

Mengenai pemasaran minyak goreng curah, menurut Akim, pedagang barang kebutuhan pokok di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu minyak goreng curah dipasarkan langsung baik menggunakan jerigen maupun kemasan kantong plastik.

Dengan harga jual kisaran Rp9.500 per kg, atau mengalami kenaikan dibandingkan kondisi sepekan menjelang Ramadhan 1432 Hijriyah lalu hanya Rp9.000 per kg.

Sedangkan sebagian lagi, dikemas dalam potol atau kantong plastik bermerek dengan harga jual lebih tinggi kisaran Rp11 ribu hingga Rp12.500 per kg. (ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close