Gubernur DKI Harus Penuhi Kebutuhan Daging 50 Ton/Tahun
Rabu, 6 Juni 2012 | 23:45
Daging sapi di pasar tradisional. Foto: Portal ID/gora kunjana JAKARTA- Komite Daging Sapi (KDS) Jakarta Raya meminta Gubernur DKI Fauzi Bowo menyurati Menteri Pertanian agar kebutuhan daging di Ibu Kota dapat terpenuhi sebanyak 50 ton per tahun.
"Kami terpaksa menggelar aksi demo ke Kementerian Pertanian soal rendahnya kuota daging sapi di Jakarta. Hasilnya, Menteri Pertanian mau menyanggupi memberi kuota daging sebanyak 50 ton per tahun, khusus di Jakarta," kata Ketua KDS Jakarta Raya Sarman Simanjorang kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu.
Simanjorang mengatakan bahwa pihaknya akan segera menyurati Gubernur DKI Jakarta agar berkenan mengirimkan surat ke Menteri Pertanian untuk mempertanyakan soal kuota 50 ton daging sapi di Jakarta.
"Kami pun siap mengawal surat gubernur itu hingga di Kementerian Pertanian," ujarnya.
Simanjorang menyebutkan stok daging sapi di Jakarta saat ini tersisa 8.200 ton. Jumlah ini akan dikonsumsi oleh seluruh warga di Indonesia dan 80% di antaranya Jakarta.
Pasokan daging sapi ini sangat tidak mencukupinya sebab biasanya menjelang puasa hingga Idulfitri, kebutuhan daging sapi itu mencapai 15 ribu ton dan sekitar 80%, di antaranya untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta.
"Jika tidak dilakukan penambahan kuota, diprediksi harga daging sapi di Jakarta saat Ramadan dan jelang Idulfitri 1433 Hijriah menembus harga Rp150 ribu ker kilogram," ungkapnya.
Ia mengaku para pelaku usaha daging sapi di Jakarta resah akibat kelangkaan pasokan daging dan kenaikan harga di pasaran.
"Harga daging sapi di pasaran saat ini berkisar antara Rp78 ribu--Rp90 ribu per bulan. Sebelumnya, hanya Rp 65 ribu per kilogram. Kondisi ini dipicu adanya kebijakan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian yang secara drastis mengurangi kuota impor daging sapi hingga 66% pada tahun 2012," ungkapnya.
Idealnya, menurut Simanjorang, pasokan daging sapi setiap tahun rata-rata 100 ribu ton. Namun pada tahun 2012, justru hanya mencapai 34 ribu ton. (gor/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!