ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Bulogmart Siap Agustus Tahun Ini
Minggu, 22 Juli 2012 | 4:51

Pekerja membersihkan gudang yang sepi aktivitas di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Timur. Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIANO Pekerja membersihkan gudang yang sepi aktivitas di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Timur. Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIANO

JAKARTA-Perum Bulog segera merealisasikan Bulogmart secara menyeluruh di Indonesia sebagai tempat- tempat grosir bagi pedagang yang secara tidak langsung membantu penjual terhindar dari ketergantungan tengkulak nakal.

"Kita sudah siapkan berbagai infrastruktur di seluruh Indonesia untuk Bulogmart. Sekarang di beberapa tempat sudah siap seperti Bandung, Makasar, Semarang, Malang, dan Lampung," kata Dirut Bulog, Sutarto Alimoeso seusai menghadiri sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (21/7).

Sutarto mengatakan, prioritas tempat penjualan ini adalah menjual beras. Kedepan, pihaknya merencanakan mengembangkan Bulogmart sebagai ritel yang menjual aneka komoditi seperti gula, minyak, jagung lokal, dan bahan pokok lain.

BUMN itu mengutamakan komoditi yang berasal dari dalam negeri, misalnya jagung Sumatera Utara, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

Bulog juga sudah mendapat jaminan kerja sama dengan Kementerian Perdagangan untuk mengelola minyak goreng,kata Sutarto.

Lokasi gudang Bulog memiliki tanah lapang luas. Sutarto juga merencanakan tempat itu juga bisa dimanfaatkan untuk menggelar pasar rakyat.

Sebagai Perusahaan Umum (Perum), Bulog mendapatkan anggaran pemerintah sekaligus membiayai perusahaan itu sendiri. Maka, Bulogmart merupakan salah satu bentuk sisi komersial perwujudan diri sebagai perusahaan umum.

Sebagai Perum, Bulog mengembangkan tiga unit usaha,seperti on-farm, jasa angkutan logistik, dan Bulogmart.

"Bulogmart sebagai tempat grosir diprogramkan agar memberi banyak manfaat. Pedagang tradisional tidak boleh mati karena bersaing dengan minimarket dan supermarket yang menjamur," kata Dirut Bulog itu.

Sejauh ini pedagang tradisional menganggap minimarket sebagai pesaing yang sangat kuat.

"Semoga Bulogmart ini bisa mengendalikan harga dan memperkuat warung dan pasar tradisional," kata Sekjen Asosiasi Pedagang Indonesia, Ngadiman. (ant/hrb)  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close