ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 21 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

APEC Bisa Dimanfaatkan untuk Melawan Kampanye Negatif
Selasa, 17 September 2013 | 7:29

PEKANBARU-Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengajak semua pihak, terutama kalangan pengusaha nasional, untuk menggunakan momen Konferensi APEC di Bali pada Oktober mendatang sebagai sarana untuk melawan kampanye negatif terhadap produk industri tanah air di pasar global.

"Perlu ada suara secara kolektif, jangan tereduksi kepentingan bisnis salah satu perusahaan, untuk Indonesia Inc. (incoperation)," kata Gita Wirjawan pada Rakernas Kadin Bidang Agribisnis, Pangan bersama Bidang Lingkungan Hidup, Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan di Pekanbaru, Senin.

Seperti diketahui, komoditas andalan nasional seperti minyak sawit mentah (CPO) dan produk industri kehutanan Indonesia seperti kertas dan bubur kertas, terus mendapat kampanye negatif dari LSM asing di pasar internasional.

Menurut dia, konferensi APEC merupakan momentum yang tepat untuk menyuarakan dan mempromosikan bersama untuk melawan isu negatif tersebut.

"Kita counter bersama isu kampanye negatif, pada konferensi APEC di Bali pada awal Oktober nanti," tegasnya seperti dikutuip Antara.

Sedangkan, menurut Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, gerakan ekonomi hijau tidak bisa ditawar lagi untuk bisa segera diterapkan di Indonesia. Sebab, ketika industri kehutanan sekali tidak menerapkan manajemen ramah lingkungan, maka masyarakat dunia akan langsung mengutuk pemerintah Indonesia.

"Sekali satu harimau mati di Taman Nasional Tesso Nilo, dunia asing langsung memprotes pemerintah. Sampai bintang film Harrison Ford mendatangi saya," kata Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah akan terus mempromosikan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) ke masyarakat internasional sebagai bukti produk sawit nasional ramah lingkungan.

"Kita sudah punya ISPO, dan akan kita terus promosikan," katanya.(*/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close